Berbicara mengenai objek wisata alam yang sejuk dan menenangkan, kota bandung memang layak menjadi salah satu yang terdepan. Pasalnya, di Kota Kembang ini, Anda bisa menemukan banyak tempat wisata yang memiliki udara sejuk. Nah, salah satu objek wisata menarik dengan udara segar dan sedang hits saat ini adalah Sanghyang Heuleut yang mematok tarif tiket masuk terjangkau.
Sanghyang Heuleut berlokasi di Kecamatan Saguling, atau lebih tepatnya di sekitar kawasan PLTA Saguling, di barat Kota Bandung, dan berbatasan dengan Kabupaten cianjur serta Kabupaten Purwakarta. Untuk sampai di tempat ini, pengunjung harus melakukan tracking sekitar 1,5 jam sampai 2 jam dari tempat parkir di dekat PLTA Saguling.
Untuk mencapai lokasi tersebut, jalur yang dipilih dari arah Kota Bandung atau Kota Cimahi adalah menuju Padalarang arah Cianjur, tepatnya pasar Rajamandala, Cipatat. Dari arah Pasar Rajamandala, Anda tinggal lurus menempuh jalan yang menuju PLTA Saguling. Hamparan pemandangan pegunungan, perkebunan karet, dan jalan mulus berbelok-belok menjadi tontonan yang memanjakan mata Anda sebelum sampai di pintu gerbang kampung Batu Akik Sanghyang Heuleut.
Sanghyang Heuleut sendiri merupakan salah satu dari tiga bagian Sanghyang. Dua lainnya ialah Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek, yang lokasinya berdekatan dengan Sanghyang Heuleut. Tempat ini adalah objek wisata tiga danau terasering dan dikelilingi bebatuan serta tebing-tebing terjal. Banyak yang mengatakan bahwa tempat ini mirip dengan Green Canyon yang berada di Kabupaten Pangandaran.

Mengandung arti tempat suci di antara dua waktu, warga sekitar di kawasan Saguling yang dekat dengan keberadaan Sanghyang Heuleut percaya bahwa tempat ini dahulu sering dikunjungi oleh para bidadari jika ingin mandi dan turun dengan menggunakan pelangi. Tempat ini juga dipercayai sebagai lokasi Dayang Sumbi, ibu Sangkuriang, mengambil air minum, mandi, dan mencuci pakaian miliknya.
Karena memiliki sejumlah legenda, tempat ini pun cukup dikeramatkan oleh warga sekitar. Warga merasa takut datang ke tempat ini karena akses jalannya yang cukup sulit, harus menyusuri sungai dengan bebatuan yang besar, serta harus melewati hutan yang cukup lebat. Hal itulah yang menyebabkan warga sekitar enggan atau malas untuk mengunjungi danau ini.
Meski keberadaan Sanghyang Heuleut sudah cukup lama, tetapi baru beberapa tahun terakhir ini ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar Bandung. Umumnya, pelancong mengetahui lokasi wisata Sanghyang Heuleut ini dari informasi yang mereka peroleh dari teman-temannya dan dari media massa.

Sanghyang Heuleut sendiri merupakan sebuah danau yang di bagian atasnya dialiri gemericik air yang merupakan bagian dari Sungai Citarum purba. Tempat ini disebut sebagai danau purba, yang bisa dilihat dari formasi bebatuan yang mengelilinginya. Ada yang menyebutkan air di Sanghyang Heuleut berwarna biru, namun sebagian yang lain menyebutnya seperti berwarna hijau toska.
Bagi mereka yang memang hobi menguji nyali dan keberanian, melompat dari ketinggian tebing Sanghyang Heuleut wajib dicoba. Terdapat tiga tebing bebatuan dapat Anda jadikan lokasi melompat ke Danau Sanghyang Heuleut, mulai dari terendah dengan ketinggian satu meter sampai yang tertinggi dengan ketinggian 12 meter.
Bagi Anda yang tertarik mengunjungi Sanghyang Heuleut, Anda cuma perlu membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Harga tersebut masih sama dengan tarif tiket masuk pada tahun sebelumnya. Selain itu, Anda juga perlu membayar tiket parkir mulai Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.
[Update: Almasshabur]






