Stasiun Pasar Senen merupakan salah satu stasiun yang ada di Jakarta. Stasiun tersebut beralamat di Jalan Stasiun Senen No. 14, Senen, Jakarta Pusat. Stasiun yang telah dibuka pada tahun 1925 tersebut tergolong stasiun tipe A, dan bersama Stasiun Gambir menjadi destinasi akhir tujuan kereta api di Jakarta.
Meskipun sama-sama stasiun tipe A, namun layanan yang diberikan di Stasiun Pasar Senen agak berbeda dengan Stasiun Gambir. Pasalnya, jika di stasiun tersebut rata-rata melayani perjalanan kelas ekonomi dan bisnis, maka Stasiun Gambir melayani perjalanan kelas eksekutif dan sebagian kelas campuran. Selain melayani perjalanan ke luar kota/provinsi, di Stasiun Pasar Senen juga terdapat peron yang menjadi tempat pemberhentian kereta commuter line (KRL).
sejarah Stasiun Pasar Senen
Pada tahun 1733, daerah Pasar Senen bertransformasi menjadi kawasan perdagangan yang ramai setelah banyak masyarakat Tionghoa yang membuka toko di daerah tersebut. Lalu, saat memasuki awal abad ke-20, kawasan tersebut telah menjadi salah satu penyangga utama perekonomian di Jakarta.

Dengan semakin berkembangnya perekonomian di kawasan Senen, pemerintah kolonial Belanda akhirnya memutuskan untuk membangun Stasiun Pasar Senen yang dahulu hanya merupakan stasiun pemberhentian kecil. Pada tahun 1916, akhirnya dimulai pembangunan Stasiun Senen yang lebih besar oleh Staatsspoorwegen, sebuah perusahaan milik pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan itu sendiri baru selesai pada tahun 1925.
Bangunan Stasiun Pasar Senen sendiri dirancang oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J. van Gendt, dengan gaya arsitektur Neo-Indische. Karakter vernakularnya sangat menonjol, dapat dilihat dari atap limasan yang mendominasi dengan ditambahkan atap teritisan di atas pintu masuk hall untuk melindungi bangunan dari rembesan air hujan, dan jika dilihat dari luar terlihat seperti bangunan dengan dua lantai. Pintu-pintunya bergaya Romantik dengan balutan konsol atap yang diekspos.
Fasilitas Stasiun Pasar Senen
Sebaqai stasiun kelas A yang terletak di ibukota, Stasiun Pasar Senen memiliki fasilitas yang terbilang lengkap dan modern, seperti mesin cetak tiket mandiri, ruang tunggu nyaman yang dilengkapi dengan multimedia, toilet gratis, lima loket, enam peron, tempat parkir yang cukup luas, mesin ATM, dan food court yang menyediakan aneka makanan. Selain itu, ada pula musala yang terdapat di dalam dan di luar stasiun.
Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui soal loket yang ada di stasiun ini. Pertama, loket 1 & 2 yang dikhususkan untuk pembelian tiket kereta jarak jauh hanya dibuka pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Selanjutnya, untuk loket 3 yang dikhususkan untuk membeli tiket go show jarak jauh, buka pukul 07.00 sampai 20.15 WIB, sedangkan loket untuk tiket go show jarak dekat, yakni loket 5, dibuka pukul 04.00 sampai 20.30 WIB. Terakhir, untuk tiket kereta jarak dekat, Anda bisa membelinya di loket 4 yang buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.
Jadwal Kereta Api di Stasiun Pasar Senen

Ada kurang lebih 25 perjalanan kereta api jarak jauh tiap harinya yang melayani penumpang kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif di Stasiun Pasar Senen. Berikut jadwal keberangkatan kereta api di Stasiun Pasar Senen beserta tujuannya.
| Nama KA | Jam Berangkat (WIB) | Stasiun Tujuan |
| Kutojaya Utara | 05.30 | Kutoarjo (Ekonomi ac) |
| Fajar Utama yogyakarta | 06.15 | Yogyakarta (Bisnis) |
| Gajahwong | 06.45 | Lempuyangan Yogyakarta (Eko AC) |
| Menoreh | 07.15 | Semarang Tawang (Eko AC) |
| Tegal Ekspres | 07.45 | Tegal (Ekonomi AC) |
| Sawunggalih Pagi | 08.15 | Kutoarjo (Bisnis) |
| Serayu Pagi | 09.00 | purwokerto via Bandung (Eko AC) |
| Gaya Baru Malam Selatan | 10.30 | Surabaya Gubeng (Ekonomi AC) |
| Bengawan | 11.30 | Purwosari solo (Eko AC) |
| Jayabaya | 12.00 | Malang via Surabaya (Eko AC) |
| Jaka Tingkir | 12.30 | Purwosari Solo (Eko AC) |
| Krakatau | 13.00 | Kediri Via Yogya (Eko AC) |
| Kertajaya | 14.00 | Surabaya Pasar Turi (Eko AC) |
| Matarmaja | 15.15 | Malang Via Semarang Solo (Eko AC) |
| Gumarang | 15.45 | Surabaya Pasar Turi (Eks, Bis, Eko) |
| Brantas | 16.00 | Kediri Via Semarang Solo (Eko AC) |
| Sawunggalih Malam | 18.00 | Kutoarjo (Eksekutif, Bisnis) |
| Majapahit | 18.30 | Malang Via Semarang Solo (Eko AC) |
| Senja Utama Yogyakarta | 19.00 | Yogyakarta (Bisnis) |
| Menoreh | 19.45 | Semarang Tawang (Ekonomi AC) |
| Serayu Malam | 21.00 | Purwokerto Via Bandung (Eko AC) |
| Bogowonto | 21.45 | Lempuyangan Yogya (Eko AC) |
| Senja Utama Solo | 22.00 | Solobalapan (Bisnis) |
| Krakatau | 22.00 | Merak (Ekonomi AC) |
| Progo | 22.30 | Lempuyangan Yogya (Ekonomi AC) |
| Tawang Jaya | 23.00 | Semarang Poncol (Ekonomi AC) |






