Rekomendasi Wisata di Mappi, Papua

Ilustrasi: warga Mappi, Papua (sumber: papua.go.id)
Ilustrasi: warga Mappi, Papua (sumber: papua.go.id)

Apakah Anda pernah mendengar daerah bernama Mappi? Jika belum, ini adalah salah satu kabupaten baru di Provinsi Papua, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Merauke. Berada di dataran rendah, Mappi menjadi yang cocok bagi mereka yang doyan berwisata sambil belajar karena menawarkan kekayaan flora dan fauna serta sejarah dan budaya asli yang masih primitif.

Dalam beberapa tahun belakangan, nama Papua sebagai tempat memang sedang naik-naiknya. Provinsi ke-26 di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ibu kota Jayapura tersebut menawarkan berbagai jenis wisata, termasuk kemurnian alam, tumbuhan dan hewan, bahari, budaya, tradisi, hutan lebat dan sungai besar, lembah-lembah indah, gaya hidup masyarakat dengan banyak etnis, hingga pegunungan salju abadi.[1]

Bacaan Lainnya

Jika menyebut daerah wisata di Papua, sebenarnya jumlah cukup banyak. Kabupaten Jayapura misalnya, menyuguhkan panorama Sentani dengan luas sekitar 9.000 hektar, 24 kampung adat, hingga situs Megalitikum di Doyo dan Tugu Jenderal Douglas Mac Arthur di Ifar Gunung.[2] Daerah lain yang tentunya tidak boleh terlewatkan adalah Raja Ampat, yang punya Puncak Piaynemo (atau Pianemo), Bintang, Wayag, Manta Point, dan Puncak Harfat.

Namun, apabila Anda bosan dengan wisata-wisata yang itu-itu saja dan membutuhkan alternatif yang lain, Anda mungkin bisa meluncur ke Mappi. Ini adalah kabupaten yang dapat dikatakan masih setia memegang tradisi nenek moyang, termasuk berburu, berkebun, dan hidup berpindah-pindah. Untuk menuju Mappi memang tidak mudah, karena harus melalui perjalanan darat dan menyeberangi sungai.[3] Meski demikian, pengalaman yang akan Anda dapatkan tidak akan dapat terlupakan begitu saja.

Mappi Pos

Tempat ini berada di Kampung Hasto Mappi dan merupakan salah satu tempat di Papua. Pasalnya, Mappi Pos pernah menjadi saksi pertempuran dalam rangka mempertahankan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda. Di tempat ini, wisatawan dapat melihat lokasi reruntuhan Mappi Pos, sumur tua, serta bekas peninggalan sejarah lainnya. Bahkan, juga disediakan fasilitas spot memancing.

Pada tahun 2020 lalu, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-75, di Mappi Pos juga sempat diadakan pengibaran bendera merah putih dengan panjang 75 meter. Kegiatan pembentangan bendera nasional kala itu diharapkan dapat memacu Mappi Pos untuk menjadi lokasi wisata dan pada akhirnya berkontribusi meningkatkan ekonomi warga setempat.

Masyarakat Suku Korowai (sumber: budayawan.com)

Kampung Suku Korowai

Selain Asmat dan Dani, sebenarnya Papua memiliki banyak suku adat lainnya, salah satunya Suku Korowai. Mendiami Kabupaten Mappi, suku ini berbeda dari suku lainnya karena mereka tinggal di rumah-rumah pohon dan memiliki perhiasan yang cukup unik, yakni kalung dari gigi taring anjing. Tentunya tempat ini sangat cocok bagi mereka yang ingin belajar mengenai seluk-beluk suku tradisional Papua.

Rumah pohon sebagai tempat tinggal Suku Korowai punya tinggi hingga 50 meter dari permukaan tanah, dan sering juga disebut Rumah Tinggi. Sementara itu, perhiasan kalung dari gigi taring anjing punya panjang mulai 50 cm hingga 2 meter. Gigi taring ini didapatkan dengan cara menyimpan kepala anjing yang sudah mati pada sebuah pelepah sagu hingga giginya terlepas. Setelah itu, gigi taring diambil dan dilubangi di bagian pangkal sebagai tempat memasukkan tali.

Ekowisata Folklor

Masih untuk mereka yang doyan mempelajari budaya, masyarakat Kabupaten Mappi ternyata juga memiliki banyak folklor atau cerita rakyat. Keragaman potensi folklor yang terdapat di Mappi masih dilestarikan masyarakatnya hingga detik ini dalam dinamika kehidupan. Bahkan, bagi masyarakat Mappi, keberadaan folklor menjadi salah satu cara dan acuan dalam menjalankan hidup secara kolektif karena memang substansi folklor kaya dengan nilai-nilai falsafah hidup.[4]

Sejumlah folklor di Mappi yang mungkin dapat Anda eksplorasi antara lain burung tahun-tahun dan kakatua hitam, seekor anak saham hutan, perkawinan burung cendrawasih dan ular patola, manusia jadi ikan duri, serta terjadinya kuskus, burung wanghai, ikan sembilang, dan ikan kakap. Seperti folklor pada umumnya, cerita rakyat di Mappi pun menyimpan pesan moral yang sangat bijak.

Nah, apabila Anda tertarik mengunjungi Mappi, seperti dikutip dari situs resmi Pemerintah Provinsi Papua, Anda bisa naik terlebih dahulu ke Merauke. Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan melalui jalur udara dari Merauke menuju Kepi menggunakan pesawat jenis twin otter. Anda tidak disarankan menggunakan jalur darat karena kondisi jalan di kawasan tersebut memang belum memadai.

[1] Widiastono, Ari dan Liza Angriani. 2018. Analisis dan Evaluasi Sistem Geografis Pariwisata Propinsi Papua. ILKOM Jurnal Ilmiah, Vol. 10(1): 33-37.

[2] Bawanti, Ari. 2016. Analisis City Branding dalam Pengembangan Destinasi Pariwisata Kabupaten Jayapura. Jurnal Media Wisata Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, Vol. 14(1): 365-381.

[3] Aksa, Kamran S. 2014. Sistem Jaringan Pelayanan dan Prasarana di Kabupaten Mappi Provinsi Papua. Warta Penelitian , Vol. 26(4): 215-226.

[4] Susilo, Bambang Eko, Ricky Avenzora, Rachmad Hermawan. 2018. Potensi Folklor untuk Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Mappi Provinsi Papua. Media Konservasi, Vol. 23(1): 18-27.

Pos terkait