Mungkin sebagian besar dari Anda belum terlalu familiar dengan Percut Sei Tuan. Ini adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang yang dapat Anda jadikan alternatif berlibur saat berkunjung ke Sumatera Utara. Pasalnya, kecamatan tempat Universitas Negeri Medan dan UIN Sumatra Utara berdiri ini menawarkan sejumlah spot wisata yang oke, termasuk di Bagan.
Apabila berbicara mengenai wisata di Sumatera Utara, kebanyakan memang akan langsung menyebut nama Danau Toba. Bukan cuma menyajikan pemandangan yang oke, di tengah-tengah Danau Toba juga terdapat pulau Samosir, yang sekarang sudah dijadikan sebagai kabupaten pariwisata pada tahun 2010 serta sebagai salah satu World heritage atau warisan dunia oleh UNESCO.[1]
Jika Danau Toba sudah terlalu mainstream untuk Anda, mungkin Percut Sei Tuan bisa menjadi alternatif liburan yang menarik. Berselang cuma 28 menit berkendara dari Kota Medan, kecamatan ini menawarkan sejumlah destinasi wisata yang menarik, seperti Wisata Merci Themepark and Resto, Taman Wisata Danau Siombak Marelan, dan Maha Vihara Maitreya. Ada pula Taman Air Percut seluas 16 hektar yang dilengkapi restoran, sejumlah wahana permainan, dan beragam fasilitas lainnya.[2]
Selain itu, Anda juga bisa mampir ke Dusun Bagan. Dusun ini berada di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Namanya lahir dari ciri khas lokasi, yakni daerah pesisir atau pinggiran muara sungai yang menjorok langsung ke laut (pelabuhan). Dusun Bagan adalah daerah yang didiami mayoritas nelayan.[3] Seiring waktu, tempat ini menawarkan sejumlah wisata dan berikut referensinya untuk Anda.
Tempat Pelelangan ikan Percut
Untuk mereka yang ingin mengetahui proses pengolahan hasil tangkapan laut, bisa langsung meluncur ke Tempat Pelelangan Ikan Percut yang berada di Jalan M. Yusuf Jintan, Pematang Lalang, Bagan, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Lokasi tempat pelelangan ini hanya berjarak 400 meter atau 5 menit berjalan kaki dari Sekolah Pintar Bagan Percut dan 7 menit berjalan kaki dari Wisata Mangrove Mekar Bahari.
Tempat ini direkomendasikan oleh banyak traveler bagi mereka yang ingin menyantap atau membeli seafood dengan harga murah. Pasalnya, ikan-ikannya memang langsung dari tangan pertama alias nelayan sehingga fresh. Selain makan seafood, wisatawan juga bisa berkeliling rawa-rata sepanjang Percut sampai perbatasan laut menggunakan kapal boat dengan biaya sewa terjangkau.
RM Aceh Timur & Raja
Rumah makan ini berada di Dusun Bagan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Apabila wisatawan bertolak dari pusat Percut Sei Tuan, jarak menuju lokasi sekitar 15,1 km atau 32 menit menggunakan kendaraan bermotor. Namun, jika traveler berangkat dari Kota Medan, perlu berkendara sekitar satu jam menempuh jarak 25 km untuk tiba di rumah makan ini.
Yang unik dari RM Aceh Timur & Raja adalah letaknya terapung di atas perairan. Jadi, setelah menempuh perjalanan darat, pengunjung perlu memakai kapal penyeberangan untuk sampai di rumah makan ini. Setelah sampai, traveler dapat memilih aneka hasil tangkapan laut yang masih segar dan nantinya akan dimasak oleh pihak rumah makan. Harganya pun sangat terjangkau, mulai Rp15 ribuan per kg.
RM Terapung Ujung Muara Pinggir Laut
Rumah makan terapung lainnya yang dapat ditemukan di Dusun Bagan adalah RM Ujung Muara Pinggir Laut. Seperti namanya, restoran ini memang terletak di ujung muara. Untuk menuju tempat tersebut, wisatawan dapat melakukan perjalanan darat dari Percut Sei Tuan, dilanjutkan dengan kapal penyeberangan atau sampan melalui taman mangrove.
Beroperasi setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 19.30 WIB, menu yang ditawarkan memang tidak jauh-jauh dari hidangan seafood. Ikan merupakan menu utamanya, selain ada pula sayuran dan lauk lainnya. Asyiknya, wisatawan dapat bersantap sambil menikmati keindahan lautan dan mangrove. Traveler juga diperkenankan mengabadikan momen melalui lensa kamera.
Rumah Makan Cahaya Putri
Masih seputar wisata kuliner, pelancong juga bisa mampir ke Rumah Makan Cahaya Putri yang terletak di Jalan Percut, Bagan, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, tidak jauh dari Bagan. Jika traveler berangkat dari pusat Kecamatan Percut Sei Tuan, jarak menuju lokasi sekitar 15,5 km, sedangkan perjalanan dari Vihara Nam Hai Kwan Im berkisar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor.
Menurut ulasan sejumlah pengunjung, Rumah Makan Cahaya Putri punya tempat yang cukup luas dan ketersediaan tempat duduk yang banyak. Tamu bisa memilih untuk makan dengan duduk di kursi atau lesehan. Menu yang disediakan pun lumayan variatif, seperti udang dan kepiting segar, dengan harga yang bisa dikatakan cukup lumayan.
Selain tempat-tempat di atas, sebenarnya masih ada beberapa rumah makan terapung lainnya yang dapat Anda sambangi saat liburan ke Percut Sei Tuan. Anda bisa mampir ke Warung Mamak yang juga telah dilengkapi fasilitas karaoke. Pilihan lainnya adalah Restoran Terapung Sani yang berlokasi di tepi sungai dengan biaya penyeberangan sekitar Rp20 ribu per orang.
[1] Hutasoit, Atin Boa Rorizki dan Raina Linda Sari. 2015. Analisis Permintaan Wisatawan Mancanegara Berwisata di Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Universitas Sumatera Utara, Vol. 2(10): 587-600.
[2] Andreyani, Ika. 2019. Pengaruh Aplikasi Media Advertising terhadap Minat Wisatawan Berkunjung ke Taman Air Percut Deli Serdang dalam Perspektif Islam (Skripsi). Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
[3] Sitorus, Afrianty. 2017. Kehidupan Sosial Ekonomi Nelayan Desa Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang (Studi Kemiskinan Keluarga Nelayan Desa Bagan Percut) (Skripsi). Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara.
