Liburan ala backpacker saat ini memang sedang booming di kalangan traveler Tanah Air. Tidak hanya melakukan kunjungan ke berbagai objek wisata di dalam negeri, traveling dengan bujet terbatas serta identik dengan ransel tersebut juga banyak dilakukan menuju luar negeri, seperti negara-negara di kawasan Asia Tenggara, semisal Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Nah, jika Anda hendak berwisata ke Vietnam, ada beberapa tempat hits yang layak dikunjungi di negara tersebut. Ha Long Bay, yang sekilas mirip Raja Ampat di Papua, menjadi tempat yang paling terkenal di Vietnam. Selain itu, ada juga Nha Trang yang merupakan resor tepi pantai yang populer sebagai tempat persinggahan kapal pesiar.
Jika bosan dengan air, Anda bisa berkunjung ke Sa Pa Terrace yang menawarkan keindahan sawah hijau di lembah Muong Ha, antara kota Sa Pa dan Gunung Fansipan. Tempat keren lainnya adalah The Sand Dunes yang menyerupai Gurun Sahara, Kompleks Hue, Kota Tua Hoi An, dan tentu saja Ho Chi Minh yang kaya akan peninggalan sejarah.
Namun, sebelum memutuskan melakukan liburan ke Vietnam ala backpacker, Anda harus mempersiapkan segala keperluan dengan matang, mulai durasi waktu liburan Anda, alat transportasi yang digunakan, akomodasi penginapan untuk tempat bermalam, hingga objek wisata yang akan dikunjungi. Dengan melakukan perencanaan yang matang, Anda bisa menghitung, atau bahkan menghemat, biaya yang harus dikeluarkan.
Durasi Liburan dan Kunjungi Objek Wisata Gratis
Umumnya, pelancong backpacker asal Indonesia merencanakan kunjungan ke Vietnam selama seminggu, atau paling lama dua minggu. Dalam waktu satu minggu tersebut, Anda harus merencanakan perjalanan hanya ke tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Mungkin jika ada waktu sisa, Anda bisa datang ke tempat-tempat lain untuk membeli oleh-oleh.
Untuk menghemat biaya, Anda bisa memprioritaskan objek wisata yang tidak mematok biaya masuk alias gratis. Di Vietnam sendiri, ada beberapa tempat wisata gratis yang layak dikunjungi, seperti Central Post Office, People Committee Hall, Domaine De Marie, dan Da Lat Lake. Selain itu, beberapa hotel di Vietnam juga menawarkan paket wisata murah dengan biaya mulai 20 dolar AS.
Berburu tiket Pesawat Murah
Pesawat terbang merupakan transportasi yang efektif ketika Anda harus bepergian ke luar negeri. Saat ini, sudah banyak maskapai yang membuka rute dari Indonesia menuju Vietnam. Nah, jika Anda ingin menghemat biaya, Anda harus rajin-rajin mencari informasi penawaran tiket dengan harga murah (tiket promo), dan tiket pesawat tersebut sebisa mungkin Anda beli jauh-jauh hari. Jangan lupa juga, tentukan keberangkatan dan kedatangan Anda, misalnya jakarta-Hanoi atau Jakarta Ho-Chi Minh.
Mengetahui Jadwal Bus dan Kereta di Vietnam
Berbeda dengan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, nyaris seluruh bagian negara Vietnam terletak di satu daratan yang sama. Hal tersebut membuat transportasi untuk berkeliling menjadi lebih mudah dan hemat. Di Vietnam, Anda bisa mengunjungi objek-objek wisata yang Anda sasar menggunakan bus umum atau kereta api.
Carilah informasi sebanyak mungkin mengenai jadwal dan rute perjalanan bus atau kereta api di sana. Tiket bus di Vietnam sendiri bisa Anda tebus dengan biaya kurang lebih 60 dolar AS dan berlaku untuk satu bulan, tetapi terbatas untuk sepuluh kali perjalanan. Jika Anda lebih memilih menggunakan kereta api untuk berkeliling, Anda harus membayar tiket dengan harga sedikit lebih mahal.
Mencari Penginapan Hemat
Penginapan merupakan salah satu hal penting ketika Anda melakukan kunjungan ke suatu daerah, tidak terkecuali ke Vietnam. Untungnya, di negara tersebut, sudah berdiri banyak akomodasi yang menawarkan tarif murah, namun dengan fasilitas memadai, sehingga cocok dijadikan tempat bermalam bagi para pelancong backpacker.
Jika Anda kebetulan singgah di Ho Chi Minh, Koniko Backpacker bisa menjadi alternatif penginapan yang menarik. Pasalnya, dengan tarif sekitar 8 dolar AS per malam, Anda sudah mendapatkan sarapan gratis dan bisa menginap di kamar dorm yang berisi 10 orang per kamar. Selain itu, fasilitas yang ditawarkan juga cukup oke, termasuk akses Wi-Fi super kencang, kamar mandi pribadi, handuk, hingga loker untuk menyimpan barang.
Selain itu, ada juga Saigon Backpacker Hostel yang terletak di Pham Ngu Lao, persis di samping kantor travel Mailinh Group. Penginapan ini mematok tarif kamar mulai 7 dolar AS per malam untuk mixed dorm, sudah termasuk sarapan. Fasilitas yang disediakan meliputi akses Wi-Fi gratis, shower air panas, handuk, loker penyimpan barang, dan colokan listrik.
Pilihan lainnya adalah Halo Guest House yang juga berlokasi Pham Ngu Lao, tepatnya di Jalan De Tham. Tarif kamar tipe mixed dorm dipatok 6 dolar AS hingga 7 dolar AS per malam, dibedakan jumlah bed dalam satu kamar. Di masing-masing dorm, disediakan empat unit kamar mandi, dua shower, dan dua closet. Fasilitas lainnya adalah akses Wi-Fi, sarapan, dan juga loker.
Biaya Makan dan Minum
Jika kebetulan Anda menginap di akomodasi yang tidak menyediakan sarapan gratis, Anda memang harus berburu makanan dan minuman di warung atau restoran ketika melakukan kunjungan ke Vietnam. Di negara tersebut, satu porsi makanan ditawarkan di kisaran harga Rp36 ribu sampai dengan Rp60 ribuan. Sepiring spring rolls harganya Rp36 ribu, sama dengan mie pho. Sementara, banh mie dijual Rp10 ribuan dan satu cangkir kopi dijual Rp12 ribuan. Untuk menghemat pengeluaran, sebaiknya Anda membeli makanan di pinggir jalan dan juga menyiapkan air mineral dalam botol sebagai persediaan.
