Perguruan tinggi atau kampus di Indonesia saat ini tidak hanya getol menyediakan fasilitas untuk kegiatan proses belajar dan mengajar. Selain itu, demi menunjang kenyamanan para mahasiswa dan keluarga atau tamu undangan, beberapa kampus di Tanah Air juga melengkapi gedung mereka dengan fasilitas akomodasi penginapan. Dan, salah satu kampus di Indonesia yang telah didukung fasilitas penginapan ini adalah IPB.
IPB atau Institut Pertanian Bogor merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia. Sebelum berdiri secara mandiri, kampus ini dulunya merupakan sebuah fakultas pertanian yang menjadi bagian dari Universitas Indonesia. Kemudian, sejak tahun 1963, IPB resmi menjadi institusi mandiri dengan diletakkannya batu pertama pembangunan kampus oleh Presiden Soekarno.
Seperti diutarakan sebelumnya, selain fasilitas pendidikan, IPB juga didukung dengan akomodasi penginapan. Setidaknya, ada tiga penginapan yang berada di lingkup pendidikan IPB, yaitu Wisma Amarilis, Wisma Landhuis, dan Wisma Internasional. Dan, untuk artikel kali ini, kita akan membahas penginapan Wisma Landhuis.
Wisma Landhuis berada di Jalan Tanjung No. 4 Kampus Institut Pertanian Bogor Dramaga. Mengukir perjalanan sejarah Kampus Institut Pertanian Bogor di Dramaga, Wisma Tamu IPB Landhuis ini awalnya merupakan kediaman tuan tanah kaya pertama pengusaha perkebunan teh dan kopi bernama Gerrit Van Motman.
Pada tahun 1958, Presiden Soekarno meminta semua tenaga berkebangsaan belanda, termasuk keluarga Van Motman, untuk meninggalkan Indonesia. Pasalnya, pada saat itu, rakyat Indonesia sedang geram terhadap Belanda yang tetap mempertahankan Irian Barat sebagai daerah jajahannya. Setelah kepergian keluarga Motman, perkebunan karet dengan luas 250 hektare yang berada di daerah Dramaga diambil alih oleh Presiden Soekarno, lalu Presiden Soekarno memberikan kepercayaan kepada Fakultas Pertanian Universitas Indonesia untuk mengelolanya.
Pada tahun 1960, Wisma Landhuis awalnya menjadi asrama mahasiswi IPB. Kemudian, pada tahun 1980, menjadi kantor dekan FATEMETA atau yang saat ini disebut Fateta (Fakultas Teknologi Pertanian). Sepuluh tahun berselang, menjadi kantor proyek pembangunan kampus baru Dramaga, dan kemudian pada tahun 1996 menjadi rumah dinas Rektor.
Setelah itu, Landhuis menjadi wisma tamu di Institut Pertanian Bogor hingga saat ini. Wisma Landhuis saat ini memiliki 14 kamar dengan kapasitas bervariasi. Di setiap kamar, tersedia fasilitas toilet, pendingin ruangan (air conditioner), water heater, televisi, dan juga disediakan sarapan pagi. Selain kamar, Wisma Landhuis juga menyewakan fasilitas penunjang lainnya, seperti ruang rapat, ruang makan bersama, dan area olah raga (gym). Berikut tarif kamar di Wisma Landhuis.
| tipe Kamar | Tarif per Malam (Rp) |
| Kamar ukuran Besar | 350.000 |
| Kamar Ukuran Kecil | 300.000 |
| Kamar Baru | 350.000 |
Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi kamar, bisa langsung menghubungi nomor telepon (0251) 8425590.
