Harga Tiket Rumah Kaca Sibio-Bio, Wisata Ramah Alam plus Instagenic

Rumah Kaca Sibio-Bio - (YouTube: Fika Sembiring)
Rumah Kaca Sibio-Bio - (YouTube: Fika Sembiring)

Sebagian dari Anda mungkin belum terlalu familiar dengan Sibio-Bio. Ini adalah suatu daerah yang terletak di Tapanuli Selatan yang dapat Anda jadikan alternatif liburan apabila kebetulan berkunjung ke Sumatera Utara. Pasalnya, desa tersebut menawarkan panorama alam yang cantik, tidak kalah dengan , serta sudah dilengkapi dengan sejumlah spot menarik, termasuk rumah kaca dan danau buatan.

Apabila berbicara mengenai di Sumatera Utara, tidak bisa dipungkiri jika Danau Toba tetap menjadi yang paling populer. Tidak hanya menawarkan pemandangan yang ciamik, di tengah-tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir, yang sekarang sudah dijadikan sebagai kabupaten pariwisata pada tahun 2010 serta sebagai salah satu World Heritage atau warisan dunia oleh UNESCO.[1]

Bacaan Lainnya

Namun, apabila Anda bosan dengan Danau Toba atau menganggap wisata tersebut terlalu mainstream, tidak ada salahnya untuk melipir ke Tapanuli Selatan. Berjarak sekitar 153 km dari Danau Toba atau 116 km apabila Anda berangkat dari , kabupaten tersebut menawarkan banyak spot wisata yang oke, termasuk Candi Portibi di kawasan Kecamatan Padang Bolak, Danau Siais di Kecamatan Angkola Barat, hingga sejumlah pemandian air panas di Sipirok.

Selain itu, Anda pun bisa meluncur ke Sibio-Bio. Ini adalah sebuah desa yang berada di Aek Sabaon, Kabupaten Tapanuli Selatan yang menyajikan panorama alam menakjubkan. Berselang sekitar satu jam berkendara dari Kota Padangsidimpuan, lokasi Sibio-Bio terletak di pegunungan yang selain memperlihatkan pemandangan alam, juga dilengkapi dengan taman, kolam, hingga balon air.[2]

Pesona Rumah Kaca Sibio-Bio

Selain beberapa objek wisata tersebut, Sibio-Bio juga memiliki Syaakira. Terletak tepat di pinggir danau buatan, warga setempat dan pelancong sering menyebut spot ini sebagai rumah kaca. Penyebutan itu memang tidak salah, pasalnya dinding bangunannya memang didominasi kaca berukuran besar. Selain itu, gedung ini juga menggunakan bahan-bahan ramah seperti bambu dan kayu.

Rumah Kaca Sibio-Bio – (travelingyuk.com)

Kabarnya diresmikan pada tahun 2019 lalu, Rumah Kaca Sibio-Bio hadir untuk menjawab tantangan peningkatan polusi udara dan pemanasan global. Rumah ini didesain dengan material yang dapat menyerap panas dan mengatur suhu udara secara alami. Selain itu, juga memiliki sistem ventilasi yang canggih, sehingga diklaim udara di dalam rumah akan terus diperbaharui dengan udara segar dari luar. Sistem ini pun dikatakan dapat meningkatkan kualitas udara di dalam rumah dengan menyaring udara dari bakteri, polutan, dan partikel debu.

Kabarnya, Rumah Kaca Sibio-Bio juga dilengkapi dengan fitur-fitur modern yang dapat memudahkan penghuninya. Salah satu fitur tersebut adalah sistem pengontrol suhu. Dengan sistem ini, penghuni rumah dapat mengatur suhu udara di dalam rumah sesuai dengan keinginannya serta menghemat biaya energi. Ada pula sistem pengontrol cahaya yang dapat mengatur pencahayaan di dalam rumah, sekaligus mengatur penggunaan listrik secara efisien.

Rumah Kaca Sibio-Bio

Lalu, berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk bisa berlibur ke Rumah Kaca Sibio-Bio? Menurut bocoran sejumlah pengunjung, harga tiket masuk tempat wisata ini di hari normal sebesar Rp15 ribuan per orang, sedangkan saat musim liburan naik menjadi Rp20 ribu per orang. Dengan tarif tersebut, traveler sudah bisa menikmati pemandangan alamnya sekaligus berfoto dengan sejumlah dan bangunan yang unik. Perlu Anda catat bahwa tarif tiket ini tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Rumah Kaca Sibio-Bio – (YouTube: Fika Sembiring)

di Rumah Kaca Sibio-Bio

Untuk mereka yang kebetulan berasal dari luar daerah dan membutuhkan tempat bermalam, tidak perlu khawatir. Pasalnya, di dekat Rumah Kaca Sibio-Bio sudah terdapat penginapan yang bisa disewa. Terletak persis di depan rumah kaca, hanya dipisahkan danau buatan, ada beberapa bangunan tempat bermalam yang dapat dipilih. Dilansir dari berbagai sumber, harga sewa kamarnya berkisar Rp700 ribu sampai Rp1,5 jutaan per malam, tergantung tipe kamar.

Apabila kebetulan tidak kebagian kamar, pelancong tidak perlu risau karena ada beberapa tempat inap alternatif yang terletak tidak begitu jauh dari Sibio-Bio. Anda bisa mampir ke Tor Sibohi Nauli yang berjarak 24 km menuju Sibio-Bio dan menawarkan tarif mulai Rp325 ribuan per malam. Alternatif lainnya adalah Hotel Sakura yang terletak di Angkola Timur atau berselang satu jam berkendara menuju Sibio-Bio.

[1] Hutasoit, Atin Boa Rorizki dan Raina Linda Sari. 2015. Analisis Permintaan Wisatawan Mancanegara Berwisata di Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Universitas Sumatera Utara, Vol. 2(10): 587-600.

[2] Siregar, Enni Sari. 2019. Dampak Industri Pariwisata terhadap Kerusakan Lingkungan (Studi Kasus Wisata Sibio-bio, Aek Sabaon, Kabupaten Tapanuli Selatan). Journal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Vol. 7(1): 8-12.

Pos terkait