Jika berbicara mengenai spot wisata di Lombok, Anda pasti sudah familiar dengan tempat-tempat seperti Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Nanggu, Gili Air, Gili Kedis, atau Gili Pasir. Nah, selain destinasi-destinasi tersebut, ternyata ada satu lagi gili yang juga wajib didatangi. Bernama Gili kapal, pulau ini tidak cuma cantik, tetapi juga unik karena sering tenggelam ketika air laut sedang pasang.
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Lombok sebagai tujuan wisata memang semakin naik daun, bahkan bisa menyaingi Bali. Pasalnya, Lombok kaya akan destinasi liburan, termasuk wisata alam, wisata bahari atau pantai, wisata budaya, hingga wisata kuliner. Wisata alam di Lombok yang sudah populer adalah gunung Rinjani, sedangkan wisata pantai diwakili Pantai Senggigi, Pantai Kuta Lombok, dan Pantai Pink.[1] Jangan lupakan juga wisata pulau seperti Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Kedis atau air terjun semisal Air Terjun Benang Kelambu dan Air Terjun Tiu Kelep.
Berbicara mengenai wisata pulau, mungkin kebanyakan wisatawan lebih populer dengan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ketiga pulau tersebut, dengan Gili Trawangan menjadi yang terbesar, memang menawarkan hamparan karang laut, pantai pasir putih, dan taman laut, sehingga sangat cocok untuk kegiatan menyelam dan memancing. Bahkan, selain di Laut Karibia, karang biru konon hanya dapat ditemukan di antara Gili Meno dan Gili Air.[2]
Dengan segala potensinya, tidak mengherankan jika kemudian kedatangan wisatawan ke Lombok dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, jumlah turis ke tempat itu yang awalnya 1.629.122 orang pada tahun 2012, naik menjadi 2.210.527 wisatawan pada tahun 2015, dengan setengahnya datang dari luar negeri.[3]
Lokasi dan Pesona Gili Kapal Lombok
Nah, apabila Anda juga berencana melakukan kunjungan ke Lombok, tetapi bosan dengan tempat-tempat yang itu saja, mungkin Anda bisa langsung meluncur ke Gili Kapal. Secara administratif, pulau kecil nan cantik ini termasuk dalam wilayah perairan Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berhadap langsung dengan Selat Alas, yakni lautan yang memisahkan Lombok dan Sumbawa.

Jika Anda tertarik menjelajah pulau tersebut, Anda bisa datang terlebih dahulu ke Kota Mataram. Dari ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat ini, perjalanan dilanjutkan ke Desa Sambelia, yang dapat memakan waktu hingga tiga jam berkendara karena letaknya memang di ujung pulau. Setelah itu, Anda bisa menyewa perahu motor untuk menuju Gili Kapal, melewati sejumlah pulau kecil lainnya, seperti Gili Petagan, Gili Bidara, dan Gili Kondo.
Dilansir dari berbagai sumber, Gili Kapal sebenarnya merupakan gundukan pasir yang membentuk sebuah pulau kecil, yang anehnya terlihat eksotis. Termasuk dalam empat gugusan gili di timur Lombok, yang unik dari pulau ini adalah seringkali tenggelam. Bahkan, Gili Kapal hanya akan tampak ketika air laut tengah surut, yakni sekitar pagi dan sore hari. Jadi, tidak heran jika namanya mungkin kurang terdengar dibandingkan tiga pulau lainnya.
Tampak sederhana tanpa dinaungi apa pun, Gili Kapal menghadirkan panorama menarik bagi mereka yang ingin benar-benar refreshing ketika liburan. Tidak ada satu pun pohon di pulau mungil ini. Yang akan Anda lihat hanya hampir pasir putih serta lautan luas di sekelilingnya. Dengan suasana seperti ini, tentu saja Gili Kapal sangat cocok dijadikan lokasi untuk berswafoto, atau bahkan foto pre-wedding.
Sekitar seperempat bagian gili ini tidak ditumbuhi koral sehingga sangat cocok bagi mereka yang ingin berenang bebas tanpa takut merusak koral. Sementara itu, bagi para penggemar underwater snorkeling dan freediving, Gili Kapal adalah tempat membuang waktu yang pas. Hard coral dan soft coral yang masih sehat ramai mengelilingi pulau kecil ini. Mungkin, ada setengah sampai tiga perempat lingkaran koral yang menghiasi pulau kecil tersebut.
Biaya ke Gili Kapal Lombok
Seperti disampaikan di atas, untuk menuju ke Gili Kapal, Anda harus tiba terlebih dahulu di Mataram. Apabila Anda berangkat dari Jakarta, Anda bisa menumpang pesawat dengan harga tiket paling murah Rp550 ribuan per seat. Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan ke Desa Sambelia menggunakan mobil sewaan dengan biaya sewa sekitar Rp400 ribuan. Kemudian, Anda bisa menumpang perahu motor ke Gili Kapal dengan tarif Rp200 ribuan.

[1] Irfan, P, dan Apriani. 2017. Analisa Strategi Pengembangan E-Tourism sebagai Promosi Pariwisata di Pulau Lombok. ILKOM Jurnal Ilmiah, Vol. 9(3): 325-330.
[2] Yulianto, Gatot, Achmad Fahrudin, Nellyana Kusmaningsih. 2007. Analisis Permintaan Rekreasi dan Strategi Pengembangan Wisata Bahari di Gili trawangan Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Buletin Ekonomi Perikanan, Vol. VII(2): 72-98.
[3] BPS. 2016. Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Angka 2016. Mataram: CV Maharani.






