Jenis-Jenis Penginapan Populer, Fasilitas dan Harganya

Ilustrasi: kamar penginapan (sumber: no18.co.in)
Ilustrasi: kamar penginapan (sumber: no18.co.in)

Bagi mereka yang akan bepergian ke luar kota atau luar pulau dan kebetulan tidak memiliki kerabat atau kenalan di lokasi tujuan, tentu saja membutuhkan penginapan sebagai lokasi beristirahat dan menetap sementara waktu. Sering juga disebut akomodasi, walau identik dengan hotel, penginapan ternyata hadir dalam berbagai , biasanya dibedakan berdasarkan fasilitas, lokasi, dan tarif sewanya.

Apabila Anda liburan ke destinasi favorit seperti Bali, Yogyakarta, atau Lombok, Anda akan menemukan banyak tipe penginapan yang dapat dipilih sesuai anggaran dan kebutuhan. Untuk mereka dengan budget pas-pasan, dapat memilih menginap di hotel kelas melati atau losmen. Sementara itu, untuk traveler yang ingin merasakan kemewahan, dapat bermalam di villa atau resort. Sebagai referensi, berikut jenis-jenis penginapan populer yang dapat Anda pilih.

Bacaan Lainnya

Hotel

Hotel (sumber: agoda)

Ini adalah jenis akomodasi yang paling populer. Ada banyak pengertian hotel. Namun, yang umum, hotel adalah jenis akomodasi yang menawarkan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan, dan minuman, serta jasa lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.[1] Akomodasi jenis ini biasanya memiliki banyak kamar di bangunan bertingkat, meski ada juga hotel dengan bangunan berlantai satu.

Hotel masih dapat dibagi lagi menjadi beberapa tipe. Berdasarkan lokasinya misalnya, hotel dapat dibedakan menjadi mountain hotel, beach hotel, highway hotel, airport hotel, resort hotel, dan city hotel. Sementara itu, berdasarkan harga atau tarif kamar hotel, ada European Plan (cuma harga kamar), Continental Plan (harga kamar termasuk sarapan), Modified American Plan (harga kamar termasuk sekali lunch atau dinner), dan Full American Plan (harga kamar termasuk tiga kali makan).[2]

Hostel

Dormitory Hostel (sumber: traveloka)

Ini juga merupakan salah satu penginapan yang sangat terkenal, terutama di kalangan solo traveler. Kenapa hostel populer, salah satunya karena punya harga sewa kamar yang lumayan terjangkau. Biasanya, hostel ini menyediakan kamar tipe asrama (sering juga disebut dorm) dengan bunk bed yang bisa diisi mulai empat hingga puluhan sekaligus.

Kamus Usaha Perjalanan Wisata mencatat lema hostel sebagai tempat penginapan yang menyediakan akomodasi dan konsumsi murah untuk kelompok orang khusus, misalnya pelajar, pekerja, atau wisatawan. Karena punya tarif murah, fasilitas di hostel pun terbilang minim. Saat bermalam, tamu hanya akan menemukan loker, kamar mandi umum, dapur umum, dan ruang komunal.

Motel

Bangunan motel (sumber: trivago)

Merupakan gabungan dari kata motor dan hotel, serta muncul pertama kali sekitar tahun 1920-an, penginapan jenis ini semula diciptakan untuk mereka yang melakukan perjalanan antar-negara bagian di Amerika dan karenanya sering dibangun di pinggir utama, dengan desain sederhana, lebih mirip rumah. Dengan fasilitas yang seadanya, biaya sewa kamar motel juga relatif murah.

Motel mungkin terletak di lokasi mana saja, tetapi biasanya ditemukan di daerah pinggiran kota atau pinggir jalan. Banyak motel adalah bangunan bertingkat dua atau rendah yang terletak di dekat jalan raya utama, dengan area kolam dengan semak belukar, pohon, dan taman bermain anak-anak. Jadi, motel dapat dikatakan mirip rest area untuk para pengendara.

Guest House

Ilustrasi: guest house (sumber: booking)

Secara harfiah, sering juga disebut tamu. Guest house adalah salah satu jenis akomodasi yang belakangan mulai populer. Berbeda dengan hotel, standar tempat tidur dan sarapan jarang ditemui dalam guest house. Namun, tamu memiliki kesempatan untuk tinggal bersama pemilik, serta mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih utuh.

Karena fasilitasnya tergolong lebih minim dibandingkan hotel, maka biaya sewa kamar guest house pun secara umum menjadi lebih terjangkau. Meski demikian, ada juga pengelola yang menawarkan persewaan guest house dengan tarif tinggi, biasanya karena wisatawan dapat menyewa satu rumah utuh, biasanya digunakan untuk tamu rombongan besar.

Homestay

Ilustrasi: homestay (google)

Selain guest house, homestay juga merupakan salah satu jenis akomodasi yang sekarang semakin dicari traveler, terutama dengan anggaran pas-pasan karena dapat disewa satu bangunan utuh dengan harga sewa yang relatif terjangkau. Secara umum, homestay adalah rumah warga setempat (di sekitar lokasi wisata) yang diubah menjadi sebuah tempat bermalam.

Ada homestay yang disewakan kamaran, ada pula yang disewakan satu rumah utuh. Untuk yang disewakan satu bangunan utuh, biasanya sudah termasuk dengan fasilitas seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dapur, kamar mandi, hingga halaman parkir kendaraan (jika ada). Terkadang, pemilik juga menyediakan sarapan gratis untuk pengunjung.

Villa

Ilustrasi: villa (sumber: agoda)

Villa adalah tipe penginapan yang sering ditemui di kawasan wisata dataran tinggi atau di . Umumnya, villa berada jauh dari kota-kota besar, yang sesuai fungsinya sebagai tempat beristirahat. Saat ini, banyak juga ditemui villa di daerah pegunungan atau kaki gunung yang terletak dekat dengan area perkebunan dan pertanian warga setempat.[3]

Berdasarkan lokasinya, villa setidaknya dapat dibedakan menjadi tiga tipe.[4] Tipe pertama adalah villa resort, yakni villa yang dibangun di daerah atau tempat-tempat wisata. Kemudian, tipe kedua adalah mountain villa, yaitu villa yang berlokasi di daerah pegunungan, sedangkan tipe terakhir adalah beach villa atau villa yang berada di daerah pantai, mengutamakan potensi pantai dan laut sebagai daya tariknya.

Resort

Ilustrasi: resort (sumber: wego.co.id)

Ini adalah penginapan yang mirip dengan hotel. Namun, akomodasi ini mengutamakan fasilitas rekreasi bagi para tamu. Resort sendiri menyediakan banyak keinginan pengunjung, seperti makanan, minuman, penginapan, olahraga, hiburan, dan perbelanjaan. Jadi, hotel dapat dikatakan sebagai salah satu fitur utama sebuah resort. Tempat ini biasanya dibangun di tempat dengan pemandangan menawan, seperti pantai dan pegunungan.

Selain itu, resort juga menawarkan banyak kegiatan seru, baik di dalam maupun luar ruangan. Tidak hanya itu, arsitektur resort pun dibuat semenarik mungkin, bisa berdesain tradisional, modern, atau gabungan keduanya. Dengan segala fasilitas mewah yang ditawarkan, biaya sewa kamar di resort memang dapat dikatakan cukup mahal, bisa mencapai angka puluhan juta rupiah per malam.

Selain jenis-jenis di atas, sebenarnya masih ada berbagai tipe penginapan lainnya yang mungkin Anda temukan di lokasi wisata. Ada bed & breakfast yang mirip dengan guest house tetapi digarap dengan lebih profesional dan menggunakan standar hotel dalam urusan pelayanan. Ada pula yang dapat disewa secara , kamar kost, dorm atau kamar asrama, losmen, hingga cottage dengan tarif selangit.

[1] Krestanto, Hery. 2019. Strategi dan Usaha Reservasi untuk Meningkatkan Tingkat Hunian di Grand Orchid Hotel Yogyakarta. Jurnal Media Wisata, Vol. 17(1): 1157-1164.

[2] Ibid.

[3] Tokan, Matilda Relu Lama. 2014. Kawasan Villa dengan Penataan Landsekap Agrowisata di Kota Singkawang. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Tanjungpura, Vol. 2(1): 91-102.

[4] Gunawan. 2007. Villa Puncak dalam Pengembangannya (Skripsi). Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Pos terkait