Sejak zaman Belanda, kota Malang memang telah memiliki deretan penginapan. Dari beberapa nama tempat bermalam itu, ada Hotel Margosuko yang ternyata sudah berdiri sejak 1935 silam. Akomodasi yang awalnya bernama Losmen Slamet itu memang mengalami beberapa kali proses renovasi untuk mempercantik bangunan. Selain tampilan bangunan yang direvisi, penginapan tersebut juga dilengkapi kafe di area hotel yang dibuka untuk umum.
Sejarah Hotel Margosuko Malang
Telah berdiri pada 1935, Hotel Margosuko dulunya bernama Losmen Slamet, yang awalnya diperuntukkan bagi karyawan perkebunan kopi di wilayah Dampit dan sejumlah tamu orang Belanda. Berlokasi di Jl. KH Ahmad Dahlan No. 40, sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sekitar tahun 1979, akomodasi ini berganti nama menjadi Hotel Griyo Margosuko, yang berarti jalan suka. Hotel Margosuko sendiri.
Namun, peristiwa tidak menyenangkan terjadi, ketika kebakaran di lantai dua membuat akomodasi ini harus melalui proses renovasi total. Pada 2018, penginapan tersebut kembali mengalami renovasi, dengan penambahan kafe. Hotel Margosuko sendiri dikelola secara turun-temurun hingga saat ini masuk generasi ketiga.
Fasilitas Hotel Margosuko Malang
Seperti terlihat, bangunan Hotel Margosuko tampak minimalis dengan gaya modern. Dibangun di atas lahan sekitar 890 meter persegi, hotel itu memiliki tiga lantai dengan 35 unit kamar. Saat memasuki area lobby, memang tidak terlalu banyak perabot di hotel ini, sehingga tampak lebih luas. Namun, masih ada beberapa barang antik yang mungkin Anda temukan. Ventilasi udara juga terjaga dengan suasana yang asri, karena terdapat tanaman hijau di sekitar hotel.
Para tamu bisa menyewa kamar dengan fasilitas standar, seperti ranjang yang nyaman, perabot meja dan kursi, TV LCD, AC, serta kamar mandi dalam. Tak hanya untuk liburan, Anda juga dapat menyewa ruang hall-nya untuk keperluan meeting dan seminar dengan kapasitas 500 orang. Ke depan, pihak pengelola kabarnya berencana membangun rooftop agar para tamu lebih leluasa menikmati view Kota Malang. Dengan semua fasilitas yang ditawarkan, Anda akan tercengang setelah tahu tarif penginapannya. Pihak pengelola Hotel Margosuko mematok tarif per malam mulai Rp200 ribu. Cukup terjangkau, bukan?
Tarif Hotel Margosuko Malang
| Tipe Kamar Hotel Margosuko Malang | Tarif per Malam |
| Standard Room | Rp200.000 |
| Superior Room | Rp250.000 |
M Cafe and Eatery Hotel Margosuko Malang
Mengikuti tren anak muda, Hotel Margosuko pun menyediakan kafe dengan menu kopi lokal khas Dampit dan Glenmore Banyuwangi. Saat nongkrong di kafenya, Anda dijamin terkesima dengan desain interiornya yang ciamik. Tak jauh berbeda dari kafe umumnya, M Cafe and Eatery juga menawarkan konsep kafe klasik yang terlihat dari beberapa perabotnya.
Bagi pencinta musik keroncong, sepertinya wajib ‘ngafe’ di sini karena pihak pengelola hotel juga menawarkan live music untuk mewadahi komunitas musik keroncong. M Cafe and Eatery menjadi satu dari banyaknya kafe yang konsisten menggelar live music keroncong. Bukan tanpa alasan, pemilik M Cafe and Eatery Malang telah berkomitmen menjadikan kafenya wadah para penikmat musik keroncong. Hal ini diharapkan dapat mengenalkan budaya musik keroncong di kalangan anak muda. Pengunjung diperbolehkan request lagu keroncong favorit. Acara live music ini digelar mulai jam 7 hingga 10 malam.
Spot Wisata Dekat Hotel Margosuko Malang
alun-alun Merdeka Kota Malang
Dari Hotel Margosuko, Alun-Alun Merdeka Kota Malang dapat Anda tempuh dalam waktu sekitar 10 menit saja dengan berjalan kaki. Alun-Alun Merdeka Kota Malang memiliki banyak spot menarik yang bisa Anda pilih sebagai tempat berfoto yang apik. Misalnya, area air mancur yang saat malam hari terlihat semakin indah dengan lampu sorot beraneka warna.
Dari spot air mancur ini, Anda bisa mendapatkan gambar Masjid Jami’ Malang dengan sangat jelas. Sementara itu, saat siang hari, burung merpati yang berkeliaran bebas di alun alun bisa menjadi objek berfoto yang menarik. Karena dibangun oleh Belanda pada 1882 silam, konsep Alun-Alun Merdeka ini berbeda jauh dengan konsep alun-alun di Jawa pada umumnya.
Kampung Warna Jodipan
Kampung Warna Jodipan relatif lebih dekat dari Hotel Margosuko karena dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 4 menit saja. Seperti namanya, seluruh bangunan di Kampung Warna-Warni Jodipan dicat dengan berbagai warna yang mencolok, bahkan sampai ke atap-atap rumah dan jalanan di kampung tersebut. Kampung tematik ini menawarkan banyak sekali spot Instagramable lucu yang akan semakin terlihat menarik jika Anda datang ke sana dengan padu padan pakaian yang kekinian.
Kampung Biru Arema
Salah satu kampung tematik di Kota Malang yang satu ini juga tak pernah sepi pengunjung, namanya Kampung Biru Arema. Dari Hotel Margosuko, Anda hanya perlu berjalan kaki menuju Kampung Biru Arema karena letaknya tepat berada di seberang Kampung Warna-Warni Jodipan. Sesuai namanya, tiap sudut jalan dan rumah di Kampung Biru Arema didominasi warna biru yang identik dengan Arema, klub sepak bola kebanggan warga Malang. Perkampungan ini terlihat Instagramable. Bahkan, banyak yang mengatakan mirip dengan Santorini di Yunani.
Setiap sudut tempat memiliki warna biru. Keunikan lain Kampung Biru ini adalah di setiap sudut temboknya terdapat gambar-gambar tiga dimensi. Bedanya, gambar yang disajikan merupakan para pemain legenda klub sepak bola Arema sehingga para penggemar klub bola tersebut bisa berfoto dengan sosok yang mereka idolakan.
