Referensi Penginapan di Pulau Cangkir, Spot Wisata Religi di Tangerang

Senja di Pulau Cangkir (sumber: superadventure.co.id)
Senja di Pulau Cangkir (sumber: superadventure.co.id)

Apakah Anda pernah mendengar sebuah bernama Pulau Cangkir? Jika belum, ini adalah pulau yang tidak terlalu luas, berada di daerah Kabupaten Tangerang. Pulau Cangkir cocok bagi mereka yang sedang mencari alternatif wisata ziarah serta melihat-lihat hutan mangrove. Sayangnya, daerah ini belum didukung dengan fasilitas yang memadai.

Jika berbicara mengenai Tangerang, agaknya daerah ini memang tidak terlalu sebagai tujuan wisata. Berada dekat dengan Jakarta, Tangerang malah lebih kondang sebagai kawasan penyokong ibukota, termasuk untuk perumahan dan industri.[1] Bahkan, sejumlah tempat strategis berada di wilayah ini, termasuk Internasional Soekarno-Hatta, pelabuhan udara terbesar di Indonesia dan sempat melayani penumpang terbanyak ke-8 di wilayah Asia Tenggara.[2]

Bacaan Lainnya

Padahal, jika Anda mengeksplorasi Tangerang, terutama Kabupaten Tangerang, banyak tempat wisata oke yang dapat Anda temukan, termasuk kawasan pantai utara yang sayangnya memang belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk destinasi liburan. Salah satu contohnya adalah Pantai Tanjung Pasir yang sebenarnya terletak menghadap ke , cuma berselang 60 menit menggunakan perahu motor, sehingga dapat saling mendukung.

Pesona Pulau Cangkir

Selain itu, di pantai utara Tangerang juga ada sebuah pulau unik bernama Pulau Cangkir. Dinamakan demikian, karena pulau tersebut jika dilihat dari udara, memang tampak seperti cangkir. bisa menemukan Pulau Cangkir di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, berjarak sekitar 25 km dari Kota Tangerang atau bisa ditempuh sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan bermotor.

Hutan mangrove di Pulau Cangkir (sumber: pingpoint.co.id)

Dilansir dari situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi Banten, memiliki luas sekitar 4,5 hektar, dulunya Pulau Cangkir merupakan daratan terpisah dari Pulau Jawa. Kemudian, untuk memudahkan wisatawan berkunjung, masyarakat setempat membuat jalan penghubung atau jembatan berupa lintasan tanah dengan modal dari hasil swadaya penduduk dan pengurus situs ziarah.

Objek wisata ini populer sebagai wisata ziarah lantaran terdapat makam Pangeran Jaga Lautan atau memiliki asli Syekh Waliyuddin. Dikisahkan, Pangeran Jaga Lautan adalah salah satu ulama besar Banten yang merupakan putra pertama Sultan Hasanuddin. Makam ulama yang juga merupakan cucu Sunan Gunung Jati tersebut memang dianggap keramat oleh warga sekitar.

Tidak hanya berwisata religi, pengunjung yang datang ke Pulau Cangkir juga bisa melihat keindahan hutan bakau atau mangrove. Ketika Anda menuju pulau ini, Anda sudah bisa melihat barisan pohon bakau yang tertanam di perairan. Traveler pun dapat mengamati kehidupan sehari-hari , mulai merawat kapal mereka hingga mengolah hasil tangkapan ikan.

Untuk mereka yang berminat liburan ke Pulau Cangkir, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya, masuk pulau ini sangat terjangkau, cuma Rp6.000 per pengunjung, sudah termasuk area untuk lelang ikan. Namun, jika membawa kendaraan pribadi, akan dikenakan biaya tambahan untuk parkir dengan tarif mulai Rp3.000 (motor) hingga Rp5.000 (mobil).

Penginapan di Pulau Cangkir

Sayangnya, untuk mereka yang datang dari jauh dan ingin bermalam, Pulau Cangkir belum menyediakan fasilitas penginapan yang memadai. Menurut penelusuran penulis, ada satu tempat bermalam bernama Lesehan Dafa yang mungkin dapat dijadikan lokasi beristirahat sementara. Terletak di Jalan Raya Pulau Cangkir, ini sebenarnya sebuah tempat makan yang mungkin menyediakan tempat inap. Untuk memperoleh informasi lebih detail, Anda bisa datang langsung ke lokasi atau menghubungi nomor ponsel 0813 1744 0755.

Pulau Cangkir (sumber: uniknyaindonesia.com)

Penginapan Dekat Pulau Cangkir

Jika Anda masih kebingungan mencari , Anda mungkin bisa berburu di daerah Kronjo. Ada beberapa penginapan yang berjarak cukup dekat dengan Pulau Cangkir, salah satunya Villa Three King FM, yang berlokasi di Jalan Raya Pulau Cangkir 72, Kronjo, Tangerang. Menurut ulasan wisatawan, ini adalah penginapan yang nyaman dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk informasi tarif sewa kamar maupun reservasi, bisa menghubungi nomor ponsel 0813 1704 1451.

Alternatif lainnya adalah Penginapan Bu Qasanah yang beralamat di Kampung Linduk, Desa Pagedangan Udik, Pagedangan Udik, Kronjo, Tangerang, Banten. Akomodasi ini berada dekat dengan Pesantren Adamaniatulkhilmyah. Tidak jauh, ada Penginapan Kar” yang juga terletak di Kampung Linduk RT 07 RW 03, Pagedangan Udik, Kronjo, Tangerang, Banten. Tergolong tempat inap yang sederhana, untuk mengetahui tarif yang ditawarkan, Anda dapat menghubungi nomor ponsel 0812 9987 5822.

[1] Mahadi, Khairul dan Fitri Indrawati. 2010. Arahan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang. Jurnal PLANESA, Vol. 1(1): 19-27.

[2] Arifin, Maulana, dkk. 2017. Analisis Kelayakan Fasilitas Landside di Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Jurnal Karya Teknik Sipil, Vol. 6(4): 74-84.

Pos terkait